Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-07 19:56:35【Sehat】285 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(6)
Artikel Terkait
- Pemkab Banyuasin kumpulkan koordinator 34 SPPG evaluasi program MBG
- Rayakan Hari Pangan Sedunia 2025, dengan kurangi food waste
- Pemkot Bandarlampung sebut belum ada rekomendasi SLHS ke dapur MBG
- Ide kegiatan seru & bermakna untuk merayakan Hari Pangan Sedunia 2025
- Kasus ompreng MBG palsu, BGN tegaskan bahan harus stainless steel 304
- Ini yang terjadi jika makan cokelat sebelum tidur
- BPKH: Pelaku usaha RI berpeluang garap 30 persen ekosistem haji
- Presiden instruksikan SPPG siapkan dua jenis lauk setiap hari
- Singapura tarik produk kismis usai ditemukan alergen
- Dinkes Ngawi : Ayam lada hitam dan brokoli diduga penyebab keracunan
Resep Populer
Rekomendasi

CP Group Thailand yakin pada pasar China yang luas dan terbuka

DPR ingatkan masyarakat waspada obat & kosmetik tawarkan efek instan

Cara terhindar dari migrain ketika cuaca panas

Wapres Gibran semangati siswa Ternate jadi generasi tangguh

Menteri PANRB pastikan pemerataan MBG hingga daerah terpencil

Pemkab Sigi hibahkan aset ke polres sebagai dapur SPPG guna dukung MBG

Mendag sebut transaksi TEI 2025 tembus Rp286 triliun

Polisi Jambi tetapkan dua WBP tersangka penyelundupan narkoba di Lapas